Workshop Triple Eliminasi di Sorong: Dinkes dan RS Swasta Sepakat Tekan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B

Workshop Triple Eliminasi di Sorong: Dinkes dan RS Swasta Sepakat Tekan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B

Yayasan Tifa Mandiri bersama Unicef Papua Barat dan Papua Barat Daya kembali menggelar Workshop dan Demosite Pembentukan Jejaring Layanan Triple Eliminasi Jilid Dua di Kota Sorong pada 20–21 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di Vega Prime Hotel & Convention itu melahirkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kesehatan Kota Sorong dengan sejumlah rumah sakit swasta di Kota Sorong.

Direktur Program Yayasan Tifa Mandiri, Deky Walgiarno, menjelaskan bahwa workshop kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Menurutnya, tujuan utama workshop ini adalah memperkuat jejaring layanan kesehatan untuk menekan angka penularan HIV & AIDS, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke bayi.

Workshop yang kita lakukan ini adalah tindak lanjut dari proses yang sudah dimulai sebelumnya. Kami ingin memastikan bahwa upaya menurunkan angka penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak bisa lebih efektif dengan adanya jejaring layanan yang solid,” ujar Deky Walgiarno.

Ia menekankan bahwa peran lintas sektor, baik antar kabupaten/kota maupun antar provinsi, termasuk komunitas pendamping, sangat diperlukan untuk keberhasilan program Triple Eliminasi.

Kami ingin memastikan bahwa semua pemberi layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, bersama komunitas pendamping bisa bekerja secara terpadu. Karena itu, pembentukan jejaring layanan ini sangat penting, lanjutnya.

Deky juga menyebut workshop tersebut memiliki tujuan khusus lain, yakni memastikan peningkatan cakupan skrining dan tata laksana ibu dan bayi dengan HIV & AIDS, Sifilis, dan Hepatitis B.

Tujuan khusus yang kedua adalah memastikan adanya peningkatan cakupan skrining serta tata laksana terhadap ibu dan bayi yang berisiko atau sudah terinfeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B. Dengan begitu, layanan kesehatan tidak hanya berhenti pada pencegahan, tapi juga penanganan,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil workshop ini telah disusun rencana tindak lanjut. Salah satunya adalah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Provinsi Papua Barat Daya serta Dinas Kesehatan Kota Sorong terkait follow up draft PKS layanan PMTCT (Prevention of Mother to Child Transmission) di seluruh fasilitas kesehatan.

Kita sudah merancang tindak lanjut, mulai dari realisasi tanda tangan perjanjian kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Sorong dan rumah sakit swasta, monitoring pelaksanaan Triple Eliminasi di seluruh fasyankes, hingga menjadikan WA Group Triple Eliminasi Kota Sorong sebagai media komunikasi,” kata Deky.

Ia berharap workshop ini dapat mempertegas kerja sama yang sudah dibangun serta memperluas jangkauan program.

Harapan kami, kegiatan ini bisa memperkuat jejaring dan memastikan semua pihak yang menggerakkan program Triple Eliminasi benar-benar berjalan seiring dan saling mendukung. Karena hanya dengan cara itu target eliminasi bisa tercapai,” tegasnya.

Kegiatan dua hari ini juga dihadiri oleh Technical Officer Unicef Papua Barat dan Papua Barat Daya, Dokter Yohan Prasetyo, Penanggung Jawab Program HIV Dinas Kesehatan Provinsi, Dokter Mavkren Kambuaya, MARS, serta Kepala Bidang Kesmas dan P2P Dinas Kesehatan Kota Sorong.

Selain itu, sebanyak 40 peserta turut ambil bagian, terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Sorong, RSUD Sele Be Solu, enam rumah sakit swasta, serta perwakilan dari sepuluh puskesmas di Kota Sorong.

(Gamaliel.K)