World Cleanup Day di Papua Barat Daya

World Cleanup Day di Papua Barat Daya

Sorong, Papua Barat Daya – Pesisir Pantai Kampung Baru, Kota Sorong, menjadi saksi bisu dari semangat gotong royong dalam peringatan World Cleanup Day (Hari Bersih-bersih Sedunia). Kegiatan yang digelar pada Sabtu (20/9) ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, menunjukkan komitmen kuat mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan aparat pemerintah, tetapi juga berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga komunitas peduli lingkungan. Mereka berbaur menjadi satu, membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang pesisir pantai. Lokasi ini dipilih secara khusus karena posisinya sebagai gerbang menuju destinasi wisata ikonik, Raja Ampat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik di Sorong berpotensi besar mencemari keindahan terumbu karang dan ekosistem laut di Raja Ampat, yang dikenal sebagai 'surga kecil yang jatuh ke bumi'.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu, dalam wawancara eksklusif, menegaskan pentingnya kegiatan ini.

"Dalam rangka memperingati Hari World Cleanup Day yang diperintahkan oleh Bapak Presiden melalui Menteri Lingkungan Hidup dan surat edarannya yang diberikan kepada seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Indonesia, kami sebagai Provinsi Papua Barat Daya ingin menunjukkan kepada dunia internasional dan Indonesia bahwa kami punya tanggung jawab moral untuk menjaga negeri ini tetap bersih," ujarnya.

Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan adalah investasi untuk masa depan, khususnya bagi generasi emas tahun 2045.

"Kita tidak ingin anak cucu kita sakit-sakitan karena tumpukan sampah. Sampah di kota ini, jika diibaratkan kanker, sudah masuk stadium empat," tegasnya.

Meskipun mengapresiasi visi Wali Kota Sorong yang ingin menjadikan kota ini bersih dari sampah, Kepala Dinas menyoroti perlunya implementasi yang lebih proaktif dari jajaran di bawahnya.

"Visi Bapak Wali Kota sudah sangat baik, yaitu menjadikan Sorong sebagai kota bersih dari sampah. Namun, mimpi ini harus diterjemahkan oleh pimpinan OPD dan OPD-OPD teknis," jelasnya.

Menyadari tantangan yang ada, pemerintah provinsi berencana mengadakan kegiatan bersih-bersih secara rutin.

"Ke depan, kegiatan bersih-bersih ini akan kami gelar satu bulan dua kali. Kami akan berkolaborasi dengan Kepala Balai Pengendali Lingkungan Hidup setanah Papua, Kepala Distrik, Lurah, serta mitra pembangunan lainnya. Lokasinya akan kami pindah-pindah untuk menanamkan mindset bahwa kota Sorong adalah rumah kita bersama," paparnya.

Dengan kolaborasi yang kuat, ia berharap kota Sorong dapat meraih penghargaan Adipura di masa depan, yang tidak hanya menjadi kebanggaan kota, tetapi juga Provinsi Papua Barat Daya sebagai ibukotanya.

"Jika kota ini kotor, maka ibukota juga kotor. Jika kota ini tidak dapat penghargaan Adipura, pemerintah provinsi juga ikut bertanggung jawab. Inilah mengapa kami akan terus berkolaborasi untuk mencari solusi bersama, agar mimpi kita melihat Sorong meraih Adipura bisa terwujud," tutupnya.Red