Yayasan Pusaka Bentala Rakyat Gelar Diskusi Soal Sawit, Korupsi, dan Kerusakan Lingkungan di Sorong
SORONG, – Yayasan Pusaka Bentala Rakyat menggelar serangkaian kegiatan diskusi, bedah buku, hingga pameran foto di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam rangka memperingati Hari Pangan Internasional. Acara bertema "Membicarakan Problem & Solusi Bersama: Sawit, Korupsi, Kerusakan Lingkungan dan Hidup Kita yang Tetap Biasa Saja" ini bertujuan mendorong penguatan kritis masyarakat Sorong Raya terhadap isu kehutanan dan perkebunan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 16 hingga 18 Oktober 2025, ini merupakan kolaborasi antara Pusaka dengan Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari (YMKL), serta melibatkan berbagai organisasi masyarakat sipil, media, dan perwakilan masyarakat adat di wilayah Sorong Raya.
Staf Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Muhammad Ali Mahrus, dalam sambutannya saat pembukaan, menjelaskan acara ini merupakan momentum untuk mendiskusikan dan merefleksikan secara kritis hasil-hasil riset terkait perusahaan sawit dan kehutanan.
"Kegiatan ini penting untuk membuka wawasan publik secara luas tentang perlunya pengawalan sosial terhadap kebijakan dan industri ekstraktif di Sorong Raya," ujar Mahrus. Menurutnya, isu-isu di tingkat tapak seperti deforestasi, ilegalitas peralihan tanah, dan kerusakan lingkungan erat kaitannya dengan masalah kehutanan dan perkebunan yang harus dikawal bersama.
Selain diskusi riset, agenda kegiatan juga mencakup refleksi kritis buku yang membahas masyarakat adat Moi dan budaya pangan lokal mereka, serta melakukan review terhadap kebijakan perizinan sektor industri ekstraktif di wilayah Sorong Raya.
Rangkaian kegiatan ini terbagi menjadi tiga hari tematik:
Hari Pertama (16 Oktober 2025): Diskusi utama dengan fokus pada tema "Sawit, Kerentanan Korupsi dan Rusaknya Lingkungan Hidup Bersama."
Hari Kedua (17 Oktober 2025): Agenda Bedah Buku dan Diskusi Pangan Lokal, yang membahas lebih dalam kearifan lokal masyarakat adat.
Hari Ketiga (18 Oktober 2025): Sarasehan Rakyat yang dijadwalkan akan ditutup dengan perumusan tuntutan atau kebijakan bersama sebagai hasil dari seluruh diskusi yang telah dilakukan.
Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran foto dan penampilan budaya dari Sanggar Belantara Papua.(RY)