47 Paskibraka Papua Barat Daya Tahun 2025 Resmi Dikukuhkan

47 Paskibraka Papua Barat Daya Tahun 2025 Resmi Dikukuhkan

Sebanyak 47 pemuda-pemudi terbaik dari lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Tahun 2025. Pengukuhan ini dilakukan  sebelum mereka bertugas mengibarkan bendera pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80.

Upacara pengukuhan yang dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, berlangsung di Aimas, Kabupaten Sorong, pada Jumat (15/8/2025) malam. Acara diawali dengan pembacaan ikrar Paskibraka, dilanjutkan dengan pernyataan pengukuhan oleh Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan pesan agar para anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Upacara ini dihadiri oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan keluarga anggota Paskibraka yang turut memberikan dukungan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, mengatakan bahwa para anggota Paskibraka telah melalui proses seleksi yang ketat dan pelatihan intensif. Pembinaan yang diberikan mencakup ideologi Pancasila, pembinaan karakter, dan wawasan kebangsaan melalui pendidikan bela negara.

"Mereka telah melalui proses seleksi yang ketat, pelatihan yang disiplin, dan pembinaan yang intensif," ujar Dr. Sellvyana. "Dua di antara mereka bahkan terpilih ke tingkat pusat untuk pengibaran bendera di Istana Negara," tambahnya.

Setelah dikukuhkan, para anggota Paskibraka akan memasuki masa "Minggu Tenang" sebelum melaksanakan tugas utama mereka pada 17 Agustus 2025 di Lapangan Apel Mako Lantamal XIV, Kota Sorong.

"Kami berharap mereka dapat melakukan tugas mereka dengan baik karena tadi sudah gladi secara komplit dan lengkap semua pasukan sudah cukup bagus dan sukses menampilkan hasil yang baik," ungkap Dr. Sellvyana.

Salah satu anggota Paskibraka, Elvira Meysi Weyai, siswa dari SMA YPPK Agustinus, Kota Sorong, terpilih sebagai pembawa baki bendera merah putih. Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang, meskipun diakui ada tantangan dalam pelatihan.


"Kadang masih kurang konsentrasi, namun saya tetap belajar untuk lebih fokus," tutur Elvira. Proses seleksi yang ia lalui tidak mudah, dimulai dari seleksi di tingkat Kota Sorong selama tiga bulan hingga seleksi tingkat provinsi yang lebih fokus pada wawasan kebangsaan dan kesehatan.

Elvira berharap dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar. "Harapannya nanti saat menjalankan tugas dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang diinginkan," katanya. Selain itu, ia juga berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan membanggakan orang tua.

(Rabin.Y)