Bawaslu Dorong Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu Berikut

Bawaslu Dorong Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu Berikut

Sorong, Pemerintah provinsi PBD dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyelenggarakan kegiatan penguatan kelembagaan pengawas pemilu di PBD kegiatan berlangsung di hotel Belagri and convention kota Sorong Rabu (17/9/2025).

Kegiatan ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum PBD, Dra. Atika Rafika, M.Si. bersama dengan Kesbangpol PBD, perwakilan Kejari Sorong, serta pihak terkait.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengawas pemilu provinsi dan kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan  memperkuat sinergi serta evaluasi pemilu mendatang.


merupakan amanat konstitusi, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawas serta menjaga integritas lembaga dan penyelenggaraan pemilu di masa depan," ujar ketua panitia Mesak Sesa.

Ia menekankan pelaksanaan kegiatan ini mencakup peningkatan kapasitas internal koordinasi yang lebih baik dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah, TNI polri, tokoh masyarakat tokoh agama tokoh pemuda mahasiswa pihak media serta dukungan masyarakat dalam mensukseskan pemilu dan pemilihan kepala daerah di PBD," kata  Kabag administrasi dan SDM

Kegiatan ini tercatat lamanya selama tiga hari tanggal 17 hingga 19 September 2025. Peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 60 berasal dari eksternal dan 30 dari internal secara keseluruhan 90 peserta.

Penguatan kelembagaan Bawaslu PBD ini  menghadirkan narasumber  kompeten diantaranya wakil ketua komisi 2 DPR RI yang membahas tentang evaluasi penyelenggaraan pengawasan pemilu dan pemilihan tahun 2024, penyerapan aspirasi penguatan pengawasan Pemilu proyek  kebijakan penguatan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu masa depan. melalui aplikasi zoom meeting, tenaga ahli
Bawaslu Republik Indonesia bahas tentang tugas pokok kelembagaan pengawas pemilu, ketua KPU Provinsi PBD, sekretaris Bawaslu PBD, Dekat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong.

Ketua Bawaslu PBD Farli Sampetoding Rego Teradu,  menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menurutnya, kualitas pengawasan sangat dipengaruhi oleh kesiapan kelembagaan dan sumber daya pengawas pemilu di lapangan.

"Kegiatan kemarin di bulan Agustus itu kami rasa kurang berjalan. Tapi dari pesertanya kami rasa perlu ada teman-teman, mahasiswa. Makanya di hari ini itu tentu kami lakukan. Kami lakukan lagi dengan harapan mendapat informasi dan masukan. dari masyarakat dengan keterlibatan. Teman-teman yang diundang baik dari kelompok  organisasi mahasiswa, kelompok suku-suku yang ada di kota Sorong ini.

"kita dapat banyak informasi yang tentunya bahwa kita merujuk pada keputusan MK ini pasal 135 ini kan sudah ada. Tentu undang-undang pemilu itu pasti direvisi lagi. Maka pada kesempatan ini ya, kita Evaluasi kembali terhadap pemilu dan pilkada yang kemarin. Tentu ya, kami berharap
Minimal setelah kegiatan ini ya, paling tidak apa yang didiskusikan. Agar kegiatan ini dapat memperkaya informasi. Dari masalah-masalah kemarin kita mitigasi, jadi sebelum undang-undang itu terbit ya sudah ada mitigasi yang bisa kita lakukan.

Farli Sampetoding bilang,Pengawas pemilu di semua tingkatan harus memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi, kode etik, serta strategi pengawasan. Dengan demikian, potensi pelanggaran dapat diminimalisasi.

" kegiatan penguatan kelembagaan ini, Bawaslu berharap seluruh jajaran pengawas semakin solid, profesional, dan berintegritas dalam mengawal pesta demokrasi. komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas pengawas demi menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia.

Selain pembekalan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan studi kasus terkait potensi sengketa pemilu, penggunaan teknologi informasi, hingga strategi komunikasi publik. Para peserta menyambut positif kegiatan ini karena dinilai memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan di wilayah masing-masing.

(Eskop Wisabla)