DPPLH Kota Sorong Pantau Kualitas Air Sungai Klabala, Ditemukan Indikasi Pencemaran Sedang
Kota Sorong, melanesiapost.com – Dinas Perlindungan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong kembali melaksanakan pemantauan kualitas Air di Sungai Klabala. Kegiatan ini merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk memastikan kelayakan air sungai yang digunakan oleh masyarakat.
Lebrina Thenu, selaku Kepala Seksi Pemantauan Lingkungan dan Limbah B3 DPPLH Kota Sorong, menjelaskan bahwa pemantauan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan di Kota Sorong, setelah kegiatan serupa pada tahun 2023.
“Kewajiban kami untuk melakukan pemantauan ini seharusnya tiap-tiap tahun. Tapi menyesuaikan dengan budget, maka biasanya kami di Kota Sorong setiap dua tahun,” ujar Lebrina Thenu.
Pemantauan bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai kualitas air sungai, apakah masih layak digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, atau mencuci. Selain itu, data tersebut juga penting untuk mengetahui kelayakan Air bagi makhluk hidup lain yang tinggal di sungai.
Dalam pemantauan ini, tim DPPLH mengambil sampel di enam titik sepanjang Sungai Klabala: tiga di bagian hulu dan tiga di hilir.
mengukur kualitas air menggunakan delapan parameter utama sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 untuk menghitung Indeks Kualitas Air (IKA). Parameter tersebut meliputi:
BOD (Kebutuhan Oksigen Biokimia)
COD (Kebutuhan Oksigen Kimia)
DO (Oksigen Terlarut)
Total Fosfat
TSS (Total Padatan Tersuspensi)
Nitrat
Koliform Fekal
pH
Hasil sampel akan diproses dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Berdasarkan hasil pemantauan tahun sebelumnya, parameter yang menunjukkan angka tinggi adalah E. coli (Fecal Coli) di sepanjang hulu hingga hilir sungai.
“Ini menandakan sudah tercemar, sedang tercemar. Kalau E. colinya tinggi itu berarti ada kotoran manusia atau hewan yang masuk ke dalam sungai ini, berarti ada orang yang buang air sembarangan di kali,” jelas Lebrina.
Jika hasil pengukuran menunjukkan adanya parameter yang melebihi baku mutu, pemerintah akan mengambil tindakan pencegahan atau pemulihan di masa mendatang.
Selain Sungai Klabala yang didanai APBD Kota Sorong, DPPLH juga melakukan pemantauan di Sungai Remu dengan pendanaan dari APBN (Kementerian Lingkungan Hidup). Sungai Remu juga menunjukkan kondisi cemar sedang, terutama pada titik ke-3 hingga ke-6.
Lebrina berharap hasil pengukuran tahun ini dapat menunjukkan tren penurunan kadar E.coli. Ia juga mengajak seluruh warga Sorong untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan sumber air:
“Karena kita manusia diberi amanah oleh Sang Pencipta untuk teruslah menghargai dan menjaga semua yang telah berjasa memelihara hidup kita, seperti udara, air, tanah, laut, hutan, dan segala ciptaan TUHAN. Ayo, mace pace adik kakak tong jaga sumber-sumber air kita! Bersih SungaiKu, Sehat SorongKu”.(ZW)