DPR Diminta Prioritaskan Program Dukungan Pedagang OAP di Sidang Anggaran

DPR Diminta Prioritaskan Program Dukungan Pedagang OAP di Sidang Anggaran

Puluhan pedagang yang tergabung dalam Pedagang Pasar Mama-Mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPR PBD) untuk mengawal dan memprioritaskan program dukungan usaha bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam sidang perubahan anggaran mendatang. Tuntutan ini disampaikan dalam audiensi yang digelar di Kantor DPR PBD, Kota Sorong, pada Selasa (16/9/2025).


Audiensi tersebut bertujuan agar DPR PBD mengawal aspirasi yang telah diajukan P2MPKS kepada Gubernur Elisa Kambu, yang mencakup pemberian modal usaha dan fasilitas, pembangunan pasar khusus, serta pembinaan usaha yang sistematis. 

P2MPKS menyoroti perlunya pemerintah meninggalkan pendekatan "politik anggaran" yang dinilai tidak efektif dan rawan korupsi.

"Selama ini, skema pendekatan politik anggaran telah melahirkan kebijakan yang tidak tepat sasaran dan korupsi atas nama pembangunan yang bersifat semu," kata Yohanis Mambrasar, advokat pendamping P2MPKS. 

Ia menambahkan, narasi pembangunan sering kali hanya menjadi dalih bagi para elit untuk mengakses anggaran demi kepentingan kelompok mereka, tanpa melihat dampak nyata pada masyarakat.

P2MPKS mendorong pemerintah untuk merumuskan pola pembinaan baru yang berkelanjutan, yang dapat benar-benar memajukan pedagang Papua hingga mandiri. Mambrasar menegaskan bahwa P2MPKS juga secara khusus mendorong DPR untuk menyetujui program dukungan usaha pedagang OAP yang diajukan oleh pemerintah pada sidang perubahan anggaran nanti.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPR PBD, Fredi Marlisa, mengatakan kesiapan dewan untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. 

"Kami siap untuk mengawal aspirasi P2MPKS, serta akan mengawal dan memprioritaskan program dukungan usaha pedagang Papua pada sidang perubahan nanti," ujar Fredi. 

Ia juga meminta Komisi IV DPR PBD untuk mengadakan pertemuan khusus guna menyerap aspirasi P2MPKS, yang kemudian akan menjadi pokok-pokok pikiran dewan dalam sidang.

Pertemuan audiensi ini dihadiri oleh 43 perwakilan P2MPKS, termasuk Ketua P2MPKS Levina Duwith serta para pendamping dan ketua-ketua kelompok pedagang.

(Rabin.Yarangga)