Menyongsong HUT PMTI ke-2 Kontingen Porseni Se-PBD, Elisa Kambu Mukul Bola Voli Melewati Net
Sorong , Badan pengurus daerah PMTI/ IKT kota dan kabupaten bersama Perhimpunan masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) PBD turut meriahkan menyongsong ulang tahun HUT Ke-2 kegiatan berlangsung di Gedung tongkonan jalan Malibela km 12 Kota Sorong pada Selasa (16/9/2025).
Acara HUT ini bertema"Toraja dalam warna merajut persatuan." Subtema"memperkuat persatuan dalam keberagaman."
Ketua panitia HUT Daniel Magopang,
menyebut perhimpunan masyarakat Toraja Indonesia di Wilayah Se-PBD merupakan
wadah perkumpulan masyarakat Toraja. Sejak dibentuk seiring dengan pemekaran provinsi PBD yang dilaksanakan melalui musyawarah Daerah (Musda) pada Agustus 2023, sasaran pelayanan organisasi sosial kemasyarakatan," ujar Daniel dalam laporan panitia.
Lebih lanjut Daniel mengatakan bahwa, sesuai AD ART PMTI,sejak bentuknya panitia 7 April 2025 berdasarkan surat keputusan pengurus wilayah PMTI tentang susunan panitia HUT ke-II 2025. Perhimpunan ini mempererat tali bersaudaran antara sesama Toraja yang ada di PBD. Kegiatan tersebut tercatatnya lamanya terhitung 16 hingga 20 September 2025, tanggal 20 pun hari puncaknya ibadah Syukuran HUT PMTI ke-2," kata dia.
Acara ini turut meramaikan berbagai peserta lomba sebagai berikut:
Pertama. lomba paduan suara
Kedua.Lomba baca surah manatu
Baca alkitab dalam bahasa Toraja
Ketiga. Bola voli putra dan putri
Keempat. sepatak pro putra
Kelima. tenis meja putra-putri
Kenaam. tarik tambang
Ketujuh. catur
Delapan. gaplek
" Peserta mengikuti lomba Porseni Sebanyak 488 orang Yang sudah mendaftar melalui
panitia pelaksanaan berasal dari kota Sorong, kabupaten Sorong, kabupaten Tambrauw, kabupaten Sorong Selatan, kabupaten Maybrat, dan kabupaten raja Ampat," jelas Daniel Magopang.
Kegiatan ini dibuka oleh gubernur PBD, bersama dengan Kesbangpol PBD, Wakil Ketua I DPRPBD Anneke Lieke Makatuuk, serta pihak terkait. Elisa Kambu menegaskan momentum ini menumbuhkan semangat gotong royong antara masyarakat Toraja dan masyarakat PBD. Porseni ini bukan sekedar seremonial melainkan kompetisi olahraga wujud nyata merayakan kebersamaan,"ujar Kambu.
"meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda baik dalam budaya bahasa maupun adat istiadat. kita tetap satu dalam persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Toraja dan Papua Barat Daya meskipun terpisah oleh jarak yang
jauh, dan kaya dengan tradisi yang berbeda
memiliki satu kesamaan yang sangat kuat
yaitu nilai kebersamaan yang terjalin dalam setiap aspek kehidupan," Tutur Gubernur Elisa Kambu.
Menurut dia momentum penting bagi masyarakat Toraja di kota Sorong. Tongkonan merupakan rumah adat, pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat Toraja, Tongkonan bukan sekedar bangunan fisik melainkan ruang hidup yang mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang kita. Seperti menjaga hubungan baik, menghargai setiap berbedaan, dan saling dukung dalam aspek kehidupan," kata Gubernur.
"Pada hari ini di gedung Tongkonan kota Sorong kita kembali mengingatkan akan pentingnya hubungan yang harmonis.
saling memperkuat membangun semangat kolaborasi yang berkelanjutan antara warga Toraja dan Papua.
Seperti tongkonan yang kokoh dengan tiang yang mengikat berbagai komponen masyarakatnya, kita pun menguatkan satu sama lain, dalam setiap langkah pembagunan di daerah ini. Porseni bukan sekedar kompetisi fisik dan mental, tetapi wujud nyata bersama dan keberagaman melalui ajang ini.
Ia menekankan meskipun kita memiliki latar belakang berbeda-beda tetapi kita tetap satu dalam semangat yang sama.kegiatan ini mengajarkan kita dalam berkompetisi, kita tidak hanya belajar tentang keterampilan teknis melainkan membentuk karakter dan disiplin, yang lebih penting adalah sportifitas.
Mengakhiri sambutan Gubernur PBD dilanjutkan memukul bola Voli melewati net, sebagai langkah untuk memulai permainan bertandingan ini, seluruh peserta lomba tepuk tangan dengan serentak.
(Eskop Wisabla)