Hadir di Mubes Suku Imekko, Gubernur Elisa Kambu: Inanwatan Adalah Pusat Peradaban

Hadir di Mubes Suku Imekko, Gubernur Elisa Kambu: Inanwatan Adalah Pusat Peradaban

Inanwatan, melanesiapost.com – Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., mencatatkan sejarah dengan melakukan kunjungan kerja perdana ke Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan. Kehadiran orang nomor satu di Papua Barat Daya ini dalam rangka menghadiri Musyawarah Besar (Mubes ke II) Suku Imekko.

Disambut dengan antusiasme tinggi masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah setempat, Elisa Kambu menyampaikan pidato yang menyentuh hati mengenai sejarah peradaban, rekonsiliasi pasca-pemilu, hingga komitmen pembangunan wilayah bawahan.

Dalam berbagai hal, Elisa Kambu menekankan posisi penting Inanwatan sebagai titik awal peradaban bagi wilayah sekitarnya, termasuk Maybrat. Ia menyebut dirinya sebagai "buah" dari pengabdian para pendahulu orang Imekko.

“Inanwatan ini tempat peradaban pertama untuk kawasan ini. Inanwatan duluan, baru Teminabuan, baru Maybrat,” ujar Elisa.

Ia mengenang sejarah pergerakan tahun 50-an, di mana guru injil, mantri, dan tukang dari pesisir Inanwatan naik ke pedalaman Maybrat untuk melayani dan mendidik.

"Jadi kami masih berhutang budi dengan orang Imekko. Hari ini, buah dari Bapak Ibu, salah satunya berdiri sebagai Gubernur Papua Barat Daya. Kami ada hari ini karena saudara-saudara kami dari pantai ini, dari muara ini," ungkapnya dengan haru.

Di hadapan masyarakat dan panitia Mubes, Gubernur mengajak seluruh elemen untuk mengakhiri sekat-sekat perbedaan politik pasca-Pemilu 2024. Ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat, baik yang memilih dirinya bersama Ahmad Nasrauw, maupun yang memilih kandidat lain.

“Itulah dinamika demokrasi. Pemilu sudah selesai, sekarang kita punya gubernur satu. Jadi waktu untuk kita bersatu, tidak ada lagi yang memuat tim sukses. Energi kita tidak pakai untuk terlibat (politik), tapi energi kita pakai untuk membangun,” tegas Elisa.

Ia menekankan bahwa jika ada yang terjadi, hal itu haruslah produktif mengenai pembangunan, kekurangan infrastruktur, atau ketidakadilan, bukan lagi soal dukung-mendukung kandidat.

Menanggapi aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Imekko yang telah diperjuangkan selama ini, Elisa Kambu menyatakan komitmennya untuk terus berjuang bersama Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Namun, ia juga memberikan edukasi politik yang realistis kepada masyarakat bahwa keputusan akhir pemekaran ada di tangan Presiden dan DPR RI, serta menunggu revisi regulasi terkait otonomi daerah.

"Kita semua punya komitmen yang sama. Tapi Bapak Ibu tidak usah takut, dunia belum berhenti. Tuhan tidak pernah terlambat," pesannya untuk memperkuat semangat masyarakat.

Menutup Serayanya, Gubernur memaparkan visi "Membangun Papua Barat Daya dari Kampung" yang dimulai dari wilayah Imekko. Ia meminta dukungan doa dari para kepala suku, gereja, dan seluruh masyarakat agar sisa masa jabatan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Kekuatan kita yang paling luar biasa adalah persatuan dan kebersamaan. Jangan ganti kekuatan itu dengan hal lain. Mari kita membangun Imekko, membangun Sorong Selatan, dan membangun Indonesia,” pungkas Elisa Kambu.(ZW)