JMSI Papua Barat Daya Gelar Musda I, Soroti Peran Media dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Adat

JMSI Papua Barat Daya Gelar Musda I, Soroti Peran Media dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Adat

SORONG, Papua Barat Daya - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat Daya hari ini menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I di Lantai 5, Hotel Derefan, Kota Sorong. Acara penting ini mengusung tema relevan: “Peran Media dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Adat di Papua Barat Daya.”

Musda I JMSI ini dibuka dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Barat Daya, Irma Riyani Sulaiman, S.Sos, MM, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos (27/5/25).


Dalam sambutannya, Irma Riyani Soleman menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, terutama di Provinsi Papua Barat Daya. Kehadiran JMSI sebagai wadah media siber dinilai bukan hanya menjaga profesionalisme dan marwah pers, tetapi juga sebagai kekuatan pendorong perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

"Tema yang sangatlah relevan. Masyarakat adat adalah pemilik hak ulayat dan sumber daya alam di Tanah Papua, namun mereka juga harus merasakan manfaat pembangunan, terutama dalam peningkatan ekonomi," ujar Irma.

Menurutnya, di sinilah peran vital media dibutuhkan. Media harus menjadi jembatan informasi agar kebijakan pembangunan berpihak kepada masyarakat adat, mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas ekonomi lokal.

Irma lebih lanjut memaparkan bahwa media siber dapat memberikan publikasi positif tentang potensi daerah, seperti pariwisata, UMKM, dan ekonomi kerakyatan. Selain itu, media juga berperan sebagai pengawas sosial agar pembangunan berjalan transparan dan adil.


"Saya percaya melalui JMSI, media siber dapat menghadirkan narasi pemberdayaan, optimisme, dan penguatan kapasitas masyarakat adat. Dengan begitu, ekonomi Papua Barat Daya tidak hanya bertumbuh, tapi juga memberi kesejahteraan yang berkeadilan," tegasnya.

Musyawarah Daerah I JMSI Papua Barat Daya ini diharapkan menjadi momentum penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, pihak swasta, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan peran media yang optimal dalam peningkatan ekonomi masyarakat adat di provinsi termuda Indonesia ini.Red