Seniman Kota Sorong Apresiasi Pemda Raja Ampat sukses pelaksanaan Jejak raja festival 2025
Kota Sorong - Seniman dan budayawan Kota Sorong menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar sebelumnya mengenai kinerja Pemerintah Daerah Raja Ampat dalam Festival Jejak Raja yang berlangsung di Waisai pada 28–30 Agustus 2025. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi dan komitmen bersama untuk kemajuan seni, budaya, dan pariwisata daerah.
Dalam pernyataan klarifikasinya selaku Sekretaris Dewan Kesenian kota Sorong Yan Christian Imbiri dengan tulus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Raja Ampat atas inisiasi dan suksesnya penyelenggaraan Festival Jejak Raja.
"Kami atas nama seniman dan budayawan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Raja Ampat atas terselenggaranya kegiatan Jejak Raja Festival di Waisai," ungkap Yan
Namun, terkait dengan pemberitaan yang mencuat pada tanggal 2 September mengenai kinerja Pemerintah Daerah Raja Ampat, para seniman juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi, kelompok, serta seluruh seniman dan budayawan kota sorong yang terlibat dalam pelaksanaan jejak raja festival. Permohonan maaf ini ditujukan kepada Bupati, Wakil Bupati, dengan harapan dapat diterima.
Pernyataan tersebut juga memuat pandangan kritis bahwa kegiatan budaya seharusnya didasari oleh kesadaran dan niat baik untuk membangun daerah. Seniman menilai bahwa kinerja kepanitiaan Festival Jejak Raja belum sepenuhnya bekerja sesuai harapan komunitas seni budaya.
Momen klarifikasi ini pun dijadikan bahan koreksi dan evaluasi bersama. Seniman berharap Raja Ampat ke depan dapat meningkatkan sektor seni, budaya, dan pariwisata yang benar-benar berdampak positif pada masyarakat lokal dan kearifan lokalnya, serta upaya pemajuan kebudayaan.
"Kami berharap ke depan daerah Raja Ampat juga harus menjadi daerah yang bisa meningkatkan seni dan budaya, tapi juga pariwisata yang berdampak pada masyarakat lokal dan kearifan lokalnya, tapi juga upaya pemajuan kebudayaannya," jelas Yan.
Dia juga menekankan pentingnya pembentukan komposisi kepanitiaan yang baik untuk kegiatan-kegiatan berkonteks budaya di masa mendatang, demi memastikan tidak ada pihak, terutama komunitas seni, yang merasa dirugikan.
Terlepas dari isu kinerja kepanitiaan, para seniman dan budayawan menegaskan kembali komitmen dan kesiapan penuh mereka untuk mendukung seluruh kegiatan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang berbasis budaya di masa mendatang.
"Kami pada intinya seniman dan budayawan juga membuka diri untuk kegiatan apapun yang terjadi di sana, jika berkenan mengundang kami, kami akan siap sedia untuk menunjang dan mendukung seluruh kegiatan pemerintah yang berbasis budaya di Kabupaten Raja Ampat," tutup pernyataan tersebut.
Klarifikasi ini menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan sebagai upaya bersama demi kebangkitan dan kemajuan Raja Ampat dalam konteks budaya dan pariwisata.(ZW)