KNPB: 17 Tahun Bergerak, 17 Tahun Melawan, 17 Tahun Tak Pernah Tunduk
Sorong Perayaan ulang tahun ke-17 Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kota Sorong pada Rabu berubah menjadi panggung pernyataan sikap politik yang keras, lugas, dan tanpa kompromi. Dalam ibadah syukur yang dihadiri KNPB Maybrat, KNPB Kota Sorong, serta kelompok pro-demokrasi se-Sorong Raya, tuntutan pembebasan nasional Papua kembali disuarakan secara terbuka. Para tokoh gerakan menegaskan bahwa perjuangan masih panjang, tekanan tidak akan membuat mereka mundur, dan persatuan rakyat Papua menjadi syarat utama menuju agenda politik yang lebih besar.
Terima kasih. Hari ini bukan sekadar perayaan, ini momentum konsolidasi,” ujar Klarce Fees, Ketua KNPB Sorong raya membuka pernyataannya pada perayaan ulang tahun KNPB ke-17 di Kota Sorong dan Kami dari KNPB Maybrat dan Kota Sorong berkumpul di di sini ibadah, satu tekad, untuk menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti, tegasnya
Ibadah syukur ini kami lakukan bukan sebagai seremoni, tapi sebagai penegasan bahwa KNPB Sorong raya dan KNPB Maybrat masih berdiri tegak, masih hidup, masih menjadi alat perjuangan rakyat Papua di provinsi papua barat daya ini
Kami berharap momentum ulang tahun ke-17 ini mengingatkan kembali setiap anggota bahwa jalan panjang perjuangan tidak boleh membuat kita menyerah dan Sampai jumpa dalam agenda-agenda berikutnya. Karena perjuangan ini tidak mengenal kata selesai,” lanjut Klarce.
Perjuangan ini tidak soal organisasi A atau B. Tidak soal siapa lebih kuat. Ini soal satu tujuan besar yang menyatukan kita semua dan Tujuan itu jelas dan tidak berubah sejak awal: menyelamatkan manusia, menyelamatkan tanah, menyelamatkan seluruh alam yang hidup di atas tanah Papua
Khusus untuk Papua, KNPB tetap berada di bawah garis komando perjuangan nasional dengan satu komitmen yakni memediasi rakyat sipil untuk berjuang secara damai dan Kami bekerja sebagai media rakyat, sebagai penghubung suara rakyat di kota, agar mereka tidak bungkam di tengah penindasan sistematis
Inilah peran KNPB: menjadi corong rakyat sipil dalam perlawanan politik, tanpa senjata, tanpa kekerasan, hanya dengan suara, tekad, dan keberanian dan Sikap politik kami KNPB tegas: status politik bangsa Papua adalah akar persoalan, dan itu tidak bisa dinegosiasi
Karena itu kami tetap lawan. Dalam sistem apa pun. Dalam tekanan apa pun. KNPB tidak kompromi dengan sistem Indonesia hari ini tegasnya dan Kami berada pada garis perlawanan rakyat terjajah. Itu posisi politik kami, dan itu tidak berubah sejak 2008.
Semua bentuk kekerasan yang kami alami pembubaran, penangkapan, intimidasi bagi kami itu hanya bumbu perjuangan dan Bumbu itu bukan untuk melemahkan kami, tapi untuk membuktikan bahwa perjuangan pembebasan nasional Papua masih relevan, masih berjalan, dan masih dibutuhkan
Menyambung pernyataan itu, Musel Safkaur dari Sosialis Muda Papua dan Front Rakyat Papua Pro-Demokrasi Sorong Raya menyampaikan dukungan penuh terhadap KNPB dam Kami dari Sosialis Muda Papua dan Front Rakyat Papua Pro-Demokrasi Sorong Raya mengucapkan selamat ulang tahun ke-17 untuk KNPB, Media Rakyat, dan Rumah Rakyat West Papua,” kata Musel.(19/11/2025).
Kami harap KNPB terus berkembang, terus memperluas basis, dan tetap menjadi rumah bagi rakyat bangsa Papua yang mencari ruang aman untuk bersuara dan Kami juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh organ rakyat yang selama ini berdiri dalam garis perjuangan yang sama tambahnya
Usia 17 tahun ini bukan usia kecil. Ini usia yang menandakan kedewasaan organisasi dan kedewasaan gerakan dan Kedewasaan ini menandakan bahwa perjuangan juga harus semakin matang, semakin teratur, semakin terarah menuju agenda pembebasan nasional.”
Karena itu, mari kita bersatu, bergandengan tangan, dan memperkuat solidaritas dari akar rumput sampai kota dan Persatuan ini penting dan sangat penting. Tanpa persatuan, perjuangan nasional Papua akan mudah dipatahkan,” tegas Musel.
Karena itu, persatuan harus terus dibangun, dipelihara, dan diperkuat di setiap aksi, setiap rapat, dan setiap gerakan dan Kami tegaskan kembali bahwa perjuangan bangsa Papua tidak boleh terpecah. Kita harus berjalan sebagai satu tubuh, satu komando, dan satu tujuan pembebasan nasional Papua Barat merdeka berdaulat secara politik dan bermartabat secara budaya kami orang Papua