Mahasiswa Papua di Sorong Diskusi Akar Sejarah Penjajahan Papua Oleh Indonesia
Kota Sorong- membuka ruang dialog kritis untuk memahami perjalanan sejarah, realitas hari ini di tanah Papua. Dan guna meneruskan perjuangan bagi masa depan Papua. ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan pandangan, yang memperdalam pengetahuan, serta membangun kesadaran bersama demi masa depan tanah dan rakyat papua. Diskusi publik diinisiasi Asrama Putra Umum Himpunan mahasiswa mamberamo tengah kota studi Sorong Papua Barat Daya APU-HMMT-KSSPBD), Menggelar diskusi Publik Tema" Sejarah Penjajahan Papua Oleh Indonesia" Bertempat di Asrama Putra Umum Kota Sorong, sabtu (22/11/2025).
Ketua Asrama APU-HMMT-KSSPBD Alex Karoba, mengataka bertujuan untuk bagaimana adik-adik generasi muda papua harus mengerti tentang sejarah penjajahan di papua Barat. Menurutnya Aneksasi pengambilalihan wilayah Papua oleh Indonesia, 1 Mei 1963 bagi rakyat papua Barat itu ilegal.
"Salah satunya itu wajah kejahatan Indonesia munculnya ketika Trikora tiga komando rakyat oleh Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 untuk merebut Irian Barat dari Belanda, Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda, Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, dan Bersiap untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan bangsa, bukti sejarah itulah kita menyadari bahwa Indonesia di papua Ilegal,"ujarnya Alex kepada wartawan usia diskusi itu.
Ia menekankan langkah ini bagian dari pendidikan kesadaran bagi para generasi papua Barat, agar mereka bisa memahami kedudukan penjajahan Indonesia di papua. Kita lakukan diskusi untuk bagaimana adik-adik mereka paham soal sejarah, katanya sejarah itu penting, jika generasi muda papua melupakan sejarah bangsa maka kita akan menghilangkan jati diri suatu bangsa, terutama bangsa papua," Katanya.
Musell M. Safkaur, materinya menekankan sejak awal Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit tidak mempunyai kekuasaan langsung atas Orang Papua dan Tanah Papua, baik dibidang Poltik maupun Perdagangan. Karena itu, hubungan sejarah politik dan Etnis hubungan garis keturunan pun tidak ada. Menurut dia sejarah perjuangan Papua merupakan Ilmu Pengetahuan yang harus diwariskan oleh generasi Orang Papua yang satu ke yang lainnya.
"Karena sejarah Perjuangan Papua Merdeka itu pelurusan sejarah yang pernah dibelokan dikaburkan oleh orang asing yang punya kepentingan Ekonomi, Politik dan Pertahanan di Tanah Papua. dan sejarah yang dibelokan adalah Peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau sekaligus menjadi asal-usul perjuangan Papua Merdeka.
jika kita generasi muda papua tidak mempelajari sejarah, maka kita tidak pernah mengetahui asal-usul dan akar yang sesungguhnya penindasan di papua. Menurutnya mengenai sejarah sangat penting untuk diresapi dan dihayati oleh seluruh Orang Asli Papua (OAP) terlebih kaum terpelajar agar mencegah pembelokan/pengkaburan sejarah oleh pihak yang tak bertanggung jawab,"ujiannya sesi penyampaian materi itu.
Musell M. Safkaur bilang, Membagi informasi dan pengetahuan tentang sejarah Perjuangan ialah tugas kita yang memiliki kesadaran adanya penindasan di Papua, kita kasih tahu kepada seluruh Orang Asli Papua dan orang yang peduli tenang masa depan Orang Asli Papua.
" karena sejarah merupakan tolak ukur membentuk Rakyat Papua yang sadar,terdidik, dan progresif.
Perjuangan Papua membutuhkan Rakyat Yang Sadar Secara Kritis, pengetahuan sejarah perjuangan tanggung jawab moril bagi kita semua orang papua,"Jelas dia.
Katanya, pentingnya memperkuat sejarah papua sebagai bahan pendidikan untuk menumbuhkan nalar berpikir yang kritis dan juga untuk mewariskan ilmu pengetahuan sejarah dari generasi ke generasi.
" menentukan nasib sendiri itu perjuangan yang Bermoral, Bermartabat dan mempunyai nilai-nilai yang berasaskan kebenaran serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bagi rakyat papua.
Kata Musell masalah utama Bangsa Papua Barat adalah Status Politik Wilayah Papua Barat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang belum final.
proses pemasukan Papua Barat dalam NKRI dilakukan dengan penuh rekayasa, dan pelanggaran terhadap standar, prinsip Hukum dan HAM Internasional oleh Amerika Serikat, Belanda, Indonesai dalam Pengawasan PBB demi Kepentingan Ekonomi Politik Dan Keamanan, diatas tanah Papua," Tegasnya.
Sementara Paulus Buto peserta diskusi bilang, mempelajari sejarah penjajahan di papua Barat itu sangat penting. Kita melihat dari cikal bakal Indonesia mengklaim wilayah papua Barat, untuk kepentingan ekonomi politik, imperialisme dan kapitalisme.
"Wajah kejahatan Indonesia di tanah Papua sejak 1961 hingga kini orang papua Penghilangan paksa, Penembakan, Penyiksaan, Pembungkaman ekspresi politik, Pengungsian massal,"katanya.
Menurut dia, kolonial Indonesia memperkuat wajah kejahatan melalui program transmigrasi di tanah Papua, Militerisasi tujuan itu untuk bagaimana melancarkan mengeksploitasi sumber daya alam, dan memusnahkan ras dan etnis orang papua.
"kita generasi papua tidak boleh apatis dengan situasi papua hari ini, jika kita diam maka, kita punah diatas tanah kita sendiri. Harus lawan segala bentuk penjajahan Indonesia di papua ini tanah kita," Komitmennya.
Ia menuding, Indonesia memanjakan rakyat papua berbagai program seperti otonomi khusus (Otsus) pemekaran kabupaten, hari ini papua Provinsi enam, strategi Indonesia untuk memperpanjang penindasan dan akumulasi ekonomi politik, di papua bagi Oligarki dan imperialisme.
"Konflik Bersenjata dan Kekerasan, Eksploitasi Sumber Daya Alam Deforestasi, Kesenjangan Sosial Ekonomi, Diskriminasi Rasisme dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), hal ini ancaman serius bagi rakyat papua maka itu untuk mengakhiri semua penindasan langkah alternatif adalah membangun kesadaran masyarakat dan generasi melalui pendidikan politik, materi sejarah, sangat penting dilakukan untuk seluruh Orang papua. (EW)