Mama-Mama Papua di Sorong Gelar Rapat Terbuka, Desak Kepastian Kebijakan Pasar dari Pemerintah

Mama-Mama Papua di Sorong Gelar Rapat Terbuka, Desak Kepastian Kebijakan Pasar dari Pemerintah

Sorong, melanesiapost.com – Ratusan Pedagang Mama-Mama Papua yang tergabung dalam Pasar Pedagang Mama-Mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) menggelar Rapat Terbuka dan diskusi publik, pada Senin (10/11/2025). Pertemuan ini menjadi forum untuk mendesak koordinasi dan kepastian kebijakan pemerintah di sektor pasar, mulai dari bantuan modal, penataan Pasar Remu, hingga pembinaan usaha.

Diskusi yang berlokasi di gedung Lambert Jitmau, kota Sorong, ini menjadi aspirasi mama-mama pedagang Papua dari berbagai lokasi, termasuk pasar utama, kompleks, hingga penjual pinang dari wilayah jauh seperti Distrik Klamono dan Kabupaten Maybrat.

Mereka menyuarakan berbagai masalah, mulai dari kebutuhan modal usaha, fasilitas jualan yang layak, hingga kritik terhadap kinerja pemerintah yang dinilai belum maksimal.

Ketua P2MPKS, Levina Duwith, menegaskan perjuangan mereka telah berlangsung lama tanpa merasakan manfaat langsung dari kebijakan khusus, seperti Otonomi Khusus (Otsus).


“Tim kami P2MPKS ini sudah berjalan selama tiga tahun berjuang menyampaikan berbagai aspirasi untuk pedagang mama-mama Papua dengan mempunyai badan hukum meskipun kami tetap berjualan. Kami tidak merasakan apa itu Otsus,” ujar Levina Duwith dalam rapat tersebut.

Tiga isu utama yang menjadi fokus diskusi adalah program bantuan modal usaha, kepastian akomodasi pedagang Papua dalam kebijakan renovasi Pasar Remu, serta program pembinaan pedagang Orang Asli Papua (OAP) dan pelibatan P2MPKS dalam pelaksanaan program pemerintah di tahun 2026.

Menanggapi tuntutan mama-mama pedagang, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Sekretaris Dinas Koperindag & UKM PBD, Arius Safkaur, memastikan program bantuan modal akan segera disalurkan.

“Saat ini dinas sedang melakukan validasi data, setelahnya langsung akan dilakukan pemberian bantuan kepada mama-mama melalui Bank,” ujar Safkaur, menjanjikan bantuan akan diberikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

Sementara itu, proses penataan pasar juga mendapat perhatian. Perwakilan Dinas Perdagangan Kota Sorong menjelaskan bahwa renovasi Pasar Remu dijadwalkan akan dimulai awal Tahun 2026 dan memakan waktu kerja selama empat tahun. Dalam rencana renovasi tersebut, terdapat alokasi khusus bagi pedagang Mama-Mama Papua.

“Lantai 1 Pasar Remu itu akan dibangun empat blok. Khusus Mama-Mama pedagang Papua akan tempati Blok A dan B,” katanya, seraya menyebut saat ini pemerintah sedang mencari lokasi sementara untuk relokasi pedagang.

Aspirasi untuk pasar khusus Pedagang Mama-Mama Papua juga mendapat dukungan dari Majelis Rakyat Papua (MRP). Ketua Pokja Perempuan MRP Provinsi Papua Barat Daya, Dorce Kambu, mengaku memiliki mimpi yang sama, mengingat pengalamannya sebagai pelaku pasar dan pedagang di pasar Remu.

“Saya juga meminta untuk tempat khusus mama-mama Pedagang Papua di lantai satu pada saat Musrembang Otsus,” kata Dorce Kambu, mendorong agar impian pasar khusus tersebut dapat terwujud di Sorong.

Melalui rapat terbuka ini, ratusan mama-mama pedagang Papua berharap pemerintah dapat menindaklanjuti berbagai usulan mereka.(RY)