Pemblokiran Jalan Trans Nasional di Benawa, Keluarga Korban Tuntut Keadilan
BENAWA—Sebuah insiden pemblokiran jalan trans nasional terjadi di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan. Pemblokiran ini dilakukan oleh keluarga almarhum Manase Bere yang menuntut keadilan atas dugaan pembunuhan yang terjadi sejak 27 Agustus lalu namun lambatnya penanganan dari kepolisian dan pemerintah membuat keluarga merasa kecewa sehingga dilakukan Pemalangan.
Aksi pemblokiran ini dimulai pada Rabu (3/9/2025) malam. Berbagai benda seperti drum, batang kayu, dan api unggun digunakan untuk menutup akses jalan.
Menurut Ropy Bere, salah satu anggota keluarga korban, kejadian ini bermula dari pemanggilan jabatan kepala desa. Manase Bere, yang menjabat sebagai Pejabat (Pj) Kepala Kampung Tukunaksin, diduga dibunuh oleh Agus Tapla, mantan kepala desa di kampung yang sama.
Ropy Bere menjelaskan bahwa Manase Bere bersama keluarganya sedang dalam perjalanan dari Elelim menuju Yahuli. Setibanya di Yahuli, mereka dihadang oleh Agus Tapla yang diduga melakukan pemukulan kepada korban Manase Bere. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit di Benawa, namun nyawanya tidak tertolong.
Keluarga korban menuntut agar keadilan segera ditegakkan. Mereka menyampaikan beberapa poin tuntutan:
Pelaku segera diadili sesuai dengan perbuatannya.
Bupati dan Wakil Bupati Yalimo harus bertanggung jawab atas kasus ini.
Ketua dan 9 anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) II diminta hadir dan membantu menyelesaikan masalah ini.
Pemerintah segera memberikan jaminan dan kepastian bagi keluarga korban.
Pemblokiran jalan tidak akan dibuka sampai ada tanggapan dari pemerintah daerah.
Aksi pemblokiran ini masih berlangsung hingga berita ini diturunkan, menanti respons dan tindakan nyata dari pihak yang berwenang untuk memenuhi tuntutan keluarga korban.
(Eskop.W)