Potensi Budidaya Maggot di Sorong: Solusi Sampah Organik yang Belum Terjamah

Potensi Budidaya Maggot di Sorong: Solusi Sampah Organik yang Belum Terjamah

Sorong Kota, Melanesiapost, – Tumpukan sampah rumah tangga di Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, menyimpan potensi ekonomi dan lingkungan yang besar. Daniel Ruamba, seorang petugas penjaga tempat sampah yang bertugas sejak tahun 2018, mengungkapkan bahwa volume sampah organik di wilayahnya sangat melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai pakan ternak konvensional.

Berdasarkan pantauan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Klamana, jenis sampah yang paling mendominasi adalah popok sekali pakai (pampers), sampah plastik seperti botol dan gelas kemasan, serta sampah basah berupa sisa makanan.

Daniel menjelaskan bahwa dalam satu hari, satu titik TPS saja bisa menghasilkan sekitar 100 kilogram sampah sisa makanan. Angka ini belum termasuk titik lain yang juga mencapai volume serupa.


Selama ini, sisa makanan tersebut hanya diambil oleh warga untuk keperluan pakan ternak babi. Padahal, terdapat potensi pengelolaan sampah organik melalui budidaya budidaya maggot yang dinilai lebih efektif dan bernilai ekonomis.

“Saya mulai sampah jaga dari tahun 2018 hingga 2026 ini, belum ada yang membawa sisa-sisa makan untuk pemeliharaan maggot,” ujar Daniel dalam sebuah percakapan di lokasi.

Minat untuk mengembangkan budidaya maggot sebenarnya cukup tinggi. Pengelolaan maggot dianggap sebagai solusi jitu karena dapat mengurangi aroma tidak sedap dari sampah organik sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Secara alami, sampah yang telah tertimbun selama 3 hingga 4 hari pun sudah mulai terisi ulat di dalam kantong plastik.

Keterbatasan modal dan lahan menjadi masalah klasik memulai niat baik ini, namun Daniel melihat hal itu sebagai suatau tantangan tersendiri.

Daniel menyatakan kesiapannya jika ada pihak yang menawarkan kerja sama atau bantuan untuk mulai mengelola maggot. Ia berharap dengan adanya sistem pemisahan sampah sisa makanan dari warga, beban sampah di TPS dapat berkurang secara signifikan setiap harinya.(Red)