SOLIDARITAS PEDULI PEREMPUAN KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL

SOLIDARITAS PEDULI PEREMPUAN KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL

Sorong 26 November 2025. Aksi Solidaritas Desak Polda Papua Barat Daya Tuntaskan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Sekda Raja Ampat

Puluhan aktivis perempuan dari berbagai jaringan organisasi di Sorong Raya hari ini, **Rabu, 26 November 2025**, menggelar aksi solidaritas di depan **Polda Papua Barat Daya**, mendesak percepatan proses hukum atas kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga melibatkan oknum pejabat publik, Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat berinisial **YS**.

Aksi dimulai dari titik kumpul di **depan Bandara Deo, Kota Sorong** dan bergerak menuju Polda Papua Barat Daya. Sekitar **lima puluh peserta lebih** turut ambil bagian dalam aksi yang berlangsung tertib dan damai.

*Penyampaian Tuntutan Resmi*

Dalam aksi ini, massa menyerahkan **Surat Tuntutan Resmi** kepada Polda Papua Barat Daya terkait lambannya proses penyelidikan serta dugaan intimidasi terhadap korban dan saksi.

Adapun isi tuntutan resmi tersebut meliputi:

1. Meminta Polda Papua Barat Daya segera memanggil dan memeriksa terlapor YS tanpa penundaan apa pun.

2. Menjamin perlindungan maksimal bagi korban Bunga, pendamping hukum, dan para saksi dari segala bentuk intimidasi, tekanan, dan intervensi.

3. Mengusut dugaan intimidasi oleh oknum aparat maupun pihak tertentu yang diduga menghambat proses hukum.

4. Mempercepat serta menuntaskan proses penyelidikan sesuai prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana amanat UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

5. Menyampaikan perkembangan resmi penyidikan kepada publik secara terbuka, mengingat kasus ini melibatkan pejabat publik.

6. Mengambil tindakan tegas terhadap oknum aparat yang terbukti melakukan pelanggaran etik maupun hukum dalam proses penanganan kasus.

*Pernyataan Sikap Aktivis Perempuan**

Korlap aksi, *Nova Sroyer*, menegaskan bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap pejabat negara yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum.


> *“Kami meminta Kapolda Papua Barat Daya bersikap adil. Segera proses dan tangkap Sekda Raja Ampat. Tidak boleh ada perlakuan khusus bagi pejabat yang diduga melakukan kekerasan seksual,”* ujarnya tegas.

Sementara itu, **Ludia Mentansan**, perwakilan perempuan Maya Kabupaten Raja Ampat, mengecam keras dugaan tindakan YS yang dinilai mencederai martabat perempuan Papua.

> *“Rahim perempuan Papua tidak boleh dilecehkan. Kami meminta agar oknum Sekda segera ditangkap dan diproses hukum tanpa kompromi,”* ungkapnya.

*Polda Papua Barat Daya Undang Perwakilan Massa**

Setelah penyerahan tuntutan, Polda Papua Barat Daya memanggil **lima orang perwakilan** massa untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan penyelidikan.

Dalam pertemuan tersebut, penyidik menyampaikan bahwa:

**Terlapor YS dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Kamis, 27 November 2025, pukul 10.00 WIT.**

Informasi ini disampaikan langsung kepada perwakilan massa aksi.

*Aksi Berjalan Damai*

Massa aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib setelah menyampaikan tuntutan dan menyerahkan dokumen resmi kepada perwakilan Polda Papua Barat Daya. Solidaritas Peduli Perempuan menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, demi memastikan korban mendapatkan keadilan serta perlindungan penuh dari negara.

Solidaritas Peduli Perempuan

Ketua: Nova Sroyer

Sekretaris: Filep Imbir