Upaya Cegah Kekerasan, Pemprov Bekali Lembaga Layanan dengan Pelatihan Kapasitas
Kota Sorong- Data Dinsos PPPA terekam di SIMFONI PPA hingga 20 November 2025, tercatat 124 kasus kekerasan, 38 kasus (64 persen) kekerasan seksual. Kekerasan terhadap perempuan mencapai 116 kasus atau 93,55 persen dari total laporan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya, dikemas dengan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan kewenangan Provinsi yang diselenggarakan Rylich Panorama Hotel Kota Sorong, selasa 24-25 November 2025.
Asisten Gubernur III Provinsi PBD Dra. Atika Rafika, M.Si. menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan kolaborasi dan peningkatan kapasitas berkelanjutan.
“Pelatihan ini penting agar para penyedia layanan memiliki pemahaman teknis yang sama, bekerja sesuai SOP, dan mampu memberikan respon cepat, aman, serta berperspektif korban,”ujarnya.
Pemerintah Provinsi berharap kegiatan ini dapat memperkuat kualitas layanan penanganan perempuan korban kekerasan dan memastikan seluruh lembaga bekerja secara terintegrasi.
“Ke depan, kami mendorong semua lembaga terus meningkatkan kapasitas dan membangun sistem perlindungan yang lebih responsif, humanis, dan berpihak pada korban,” katanya Rafika.
Menurutnya komitmen bersama untuk memperkuat mekanisme koordinasi dan pengawasan layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan di seluruh wilayah provinsi. Pentingnya Menyamakan pemahaman antar-lembaga penyedia layanan mengenai standar operasional prosedur (SOP), regulasi, serta alur penanganan kasus sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
"Memperkuat koordinasi dan sinergi lintas lembaga, termasuk pemerintah daerah, P2TP2A, organisasi masyarakat sipil, dan aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan. EW