"Wapres Gibran: JANGAN Tutup Mata! Selamatkan 86 Pengungsi Moskona, Papua Barat – Desakan Keras Advokat HAM"

"Wapres Gibran: JANGAN Tutup Mata! Selamatkan 86 Pengungsi Moskona, Papua Barat – Desakan Keras Advokat HAM"

Manokwari, melanesiapost.com - Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua, Yan Christian Warinussy, mendesak Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka agar menjadikan krisis kemanusiaan di Moskona Utara, Teluk Bintuni, Papua Barat, sebagai prioritas utama kunjungannya.

Warinussy menyoroti nasib 86 warga sipil, termasuk anak-anak, ibu-ibu, dan lansia, yang kini hidup dalam kondisi darurat pengungsian akibat memburuknya situasi keamanan dan konflik bersenjata antara aparat dan kelompok bersenjata.

Kunjungan Wapres Gibran ke Manokwari tidak boleh sekadar seremoni politik. Ia harus langsung turun tangan melihat luka kemanusiaan di Moskona.

Pemerintah pusat didesak untuk segera melakukan evakuasi darurat para pengungsi ke Kota Bintuni agar mereka mendapatkan layanan kesehatan, gizi, pendidikan, dan jaminan sosial yang layak.

Penanganan harus dilakukan oleh tim lintas kementerian terpadu, bukan hanya sekadar mengirim bantuan simbolik seperti beras atau mi instan. Masalahnya adalah hak hidup dan perlindungan sipil.

Warinussy menegaskan bahwa para pengungsi adalah warga negara Indonesia yang berhak hidup aman dan bermartabat. Keamanan wilayah harus diiringi dengan kemanusiaan; jika tidak, itu adalah "kekerasan terselubung".

Sebagai Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Warinussy menyatakan pihaknya akan terus mengawal upaya penyelamatan para korban. Ia menyerukan agar Wapres Gibran turun langsung mendengar derita korban, alih-alih hanya mendengar laporan dari atas meja.

"Setiap nyawa di Tanah Papua berharga, dan negara wajib melindungWapres Gibran: JANGAN Tutup Mata! Selamatkan 86 Pengungsi Moskona, Papua Barat – Desakaninya."(GK)