Pulihkan Kamtibmas Pasca Insiden Bamusbama, Bupati Tambrauw Imbau ASN Kembali Beraktivitas

Pulihkan Kamtibmas Pasca Insiden Bamusbama, Bupati Tambrauw Imbau ASN Kembali Beraktivitas

FEF, Melanesiapost  – Pemerintah Kabupaten Tambrauw bergerak cepat memulihkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca insiden yang terjadi pada 8 dan 16 Maret 2026 di Distrik Bamusbama dan Kampung Banfot, Distrik Fef.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati pada Selasa (14/4/2026), Pemerintah Daerah bersama unsur TNI/Polri, MRP Papua Barat Daya, DPRK, serta tokoh adat menyepakati komitmen bersama untuk menjaga stabilitas wilayah.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath, ini menghasilkan poin penting berupa jaminan keamanan dari para kepala suku. Mereka menyatakan siap turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi di masing-masing wilayah adat.


"Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Tambrauw agar tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak," ujar perwakilan tokoh adat dalam pertemuan tersebut.

Selain jaminan keamanan, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh pemuda, dan tokoh perempuan juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada pemerintah, di antaranya:

- Penguatan Keamanan: Patroli rutin dengan pendekatan humanis oleh aparat.

- Pemberdayaan Pemuda: Penyediaan lapangan kerja dan kegiatan positif untuk mencegah pengaruh aktivitas negatif.

- Keberpihakan pada OAT: Prioritas bagi Orang Asli Tambrauw (OAT) dalam penerimaan CPNS, TNI/Polri, serta jabatan strategis.

- Pelayanan Publik: Peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pemberantasan miras dan narkoba.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Yeskiel Yesnath menegaskan bahwa pengamanan wilayah merupakan prioritas utama. Terkait usulan penerimaan CPNS 100 persen bagi OAT, Bupati menyatakan dukungannya secara prinsip.

"Pada prinsipnya kami setuju, namun kita juga harus melihat keterbatasan anggaran daerah. Jika kondisi keuangan membaik, formasi ke depan siap dibuka dengan prioritas penuh bagi anak asli Tambrauw," tegas Yeskiel.

Ia juga mendorong agar generasi muda tidak hanya bergantung pada sektor PNS, tetapi mulai melirik pemberdayaan ekonomi kreatif.

Bupati Yeskiel mengapresiasi seluruh pihak yang peduli terhadap kemajuan Tambrauw. Ia berencana akan turun langsung ke wilayah rawan seperti Bamusbama dan Yembun untuk memastikan kondisi kembali normal.

Di akhir rapat, Pemerintah Kabupaten Tambrauw bersama TNI/Polri dan para kepala suku secara resmi mengeluarkan imbauan:

Masyarakat diminta kembali beraktivitas normal seperti biasa tanpa rasa takut.

Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan kembali berkantor di tempat tugas masing-masing untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hadir dalam rapat tersebut:

Wakil Bupati Paulus Ajambuani, S.H., Plt. Sekda Hasan B. Tafalas, S.STP., M.Si., Wakil Ketua II MRP Papua Barat Daya Vencentius Paulinus Baru, Anggota DPRP PBD Yeremias Y. Sedik, Ketua DPRK Tambrauw Yan Yosep Sundoy, S.Pd., Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama, S.H., S.I.K., M.H., serta unsur TNI, Kepala Distrik, dan pimpinan LMA se-Kabupaten Tambrauw.(Red)